Kalau dinyinyiran dan dibully netizen, seperti ini sikap Velove Vexia

Kalau dinyinyiran dan dibully netizen, seperti ini sikap Velove Vexia

377

BERKEMBANGNYA teknologi dan sosial media, memudahkan masyarakat mengkritik publik figur bila melakukan penyimpangan – baik itu sikap dan pemikiran. Ya, seseorang hanya perlu mencari akun sosial media mereka – katakanlah instagram – lalu menuliskan kritik di kolom komentar.

Fenomena ini sudah menjadi hal biasa, tapi beberapa publik figur ada yang langsung kebakaran jenggot. Lalu kemudian menjawab balasan komentar warga net, yang sedikit-banyaknya membuat waktunya terbuang atau tidak produktif.

Menanggapi hal itu, artis cantik Velove Vexia menerangkan bahwa dirinya ialah pribadi yang menerima dan siap dikritik. Tetapi, ia mengaku tidak terlalu memikirkan kritik, khususnya pernyataan tidak memiliki dasar atau nyinyiran.

Velove lebih senang fokus pada pekerjaannya untuk menyelesaikan sebaik-baiknya. Tujuannya? Agar semua pihak tidak merasa rugi memakai jasa dia – baik iklan, sinetron, film atau sebagai brand ambassador suatu produk.

“Kritik berguna untuk memahami ekspektasi orang terhadap diri saya. Jadi, saya rasa saya perlu mendengarnya. Untuk saya bandingkan atas apa yang sudah saya lakukan, dan apa output yang dirasakan masyarakat,” katanya kepada redaksi Her World, di Wisma MRA, lantai 5, belum lama ini.

“Dunia hiburan fokus pada kreativitas, dan saya melakukan pekerjaan tersebut dari hati. Jadi, saya hanya melakukan apa yang saya cintai dan berharap tidak merugikan orang lain dalam prosesnya,” tambahnya.

Bila di kemudian hari ia bakal kena kritik, nyinyiran atau bahkan cyber bullying. Ia akan memberi penjelasan seperlunya, yang dirinya anggap penting. Itu agar tidak membuat persoalan tidak berlarut-larut dan membuat suatu masalah melebar lalu jadi konsumsi publik.

Namun demikian, aku Velove, semua itu kembali ke attitude kita saat berhadapan dengan publik dan komitmen kita dalam bekerja. Kalau memang sudah mengambil suatu proyek, harus total disana – agar pihak yang memakai jasa kita puas. Menurutnya, inilah sebaik-baiknya cara untuk menjaga nama baik kita.

“Semua kembali dari cara saya membawa diri di mata publik. Sejauh ini, saya tidak pernah merasa ada yang mem-bully. Mungkin segelintir yang menyinggung hal sensitif soal kehidupan saya. Namun saya tidak membiarkan hal itu menjatuhkan rasa percaya diri,” terangnya.

Sumber Her World Indonesia