Perjalanan panjang Al Gore dalam An Inconvenient Sequel: Truth to Power

Perjalanan panjang Al Gore dalam An Inconvenient Sequel: Truth to Power

600
Radio Anak Muda_An Inconvenient Sequel: Truth to Power

Ketika film pertama dari sekuel ini, An Inconvenient Truth, menjadi sangat terkenal di tahun 2006, Albert Gore membuat perbedaan yang nyata dalam setiap perdebatan tentang perubahan iklim dunia.

Melanjutkan kesuksesannya 11 tahun silam, Paramount Pictures International, berkolaborasi dengan The Climate Reality Project, menggarap sequel film pertamanya, yang diberijudul An Inconvenient Sequel: Truth to Power.

Berbeda dengan film pertamanya yang lebih bertujuan untuk meyakinkan masyarakat bahwa pemanasan global itu nyata, dalam sekuel ini, Al Gore lebih ingin membangkitkan semangat seluruh masyarakat dunia dan menunjukkan seberapa dekat manusia dengan revolusi energi.

Al Gore sebagai mantan Wakil Presiden Amerika Serikat (1993-2001), melanjutkan ‘pertarungannya’ untuk terus membuat Bumi lebih baik kembali. Ia sendiri selalu ‘kelaparan’ akan informasi tentang apa yang sedang terjadi, mengapa hal tersebut bisa terjadi, dan bagaimana cara untuk memperbaikinya.

Suhu Bumi setiap tahun semakin meningkat dan tahun 2016 menjadi tahun terpanas sepanjang sejarah. Dalam 30 tahun terakhir, frekuensi suhu panas di Bumi sehari-hari meningkat sebesar 150% yang mengakibatkan terjadi kekeringan, serta menghancurkan banyak tanaman.

Tidak hanya itu, banyak sekali saudara kita di luar sana yang menjadi korban dari panas yang semakin menggila ini. Wow!

Untuk mencegah peningkatan panas Bumi yang akan terus membahayakan kita semua, Al Gore memiliki gagasan untuk memulai menggunakan tenaga alam yang kita miliki.

Tenaga itu bisa didapatkan dari sinar matahari dan angin yang mampu menghasilkan energi listrik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal ini pun diharapkan mampu mengurangi polusi yang ada di sekitar kita.

Beberapa kota di Dunia pun sudah berhasil 100% menggunakan tenaga baru, seperti Rockport, Missouri, Greensburg, Kansas, Burlington, dan lain-lain. Beberapa negara di Eropa juga telah mencapai 100% tenaga baru, di mana kebutuhan listrik mereka dipenuhi oleh energi terbarukan, yang sebagian besar berasal dari angin dan matahari.

Di banyak belahan Dunia pun, kini sudah lebih mudah untuk mendapatkan listrik melalui angin dan matahari, daripada bahan bakar fosil.

Perjanjian Paris pada tahun 2015 lalu merupakan titik balik yang nyata. Meskipun tidak cukup untuk memecahkan krisis, namun, hal ini merupakan landasan bagi upaya global untuk dapat menghentikan krisis terburuk dan bisa memberi harapan untuk Bumi kita.

Langkah ini juga sekaligus menciptakan puluhan bahkan ratusan juta pekerjaan baru saat kita membangun ekonomi global yang berkelanjutan berdasarkan energi terbarukan.

Namun, sangat disayangkan Presiden dari Amerika Serikat, Donald Trump menganggap bahwa isu pemanasan global ini tidak pantas untuk ditempatkan pada urutan pertama. Melainkan, jauh di bawah sana.

Seperti judul filmnya, Truth to Power, hal itulah yang digenggam erat oleh Al Gore sepanjang perjalanannya melawan pemanasan global. Ia juga sering memberikan pelatihan kepada Climate Leaders, yang sekarang sudah ada di seluruh negara. Mereka juga turut membantu Al Gore untuk meneriakkan kebenaran akan pemanasan global.

Film ini akan tayang mulai 25 Agustus 2017 di bioskop Indonesia. Penasaran dengan keseruan filmnya? Yuk kita tonton dulu trailer-nya di bawah ini!

[teks Adhi Satria, Anak Trax dari Universitas Indonesia | foto climaterealityproject.org]

Buat kamu yang pengin dengerin musik berkualitas, streaming aja di sini atau download aplikasinya di iOS dan Google Play Store!

Baca juga:
Eminem akan rilis album terbarunya
Fakta NCT 127 yang perlu kamu ketahui
Miley Cyrus, Lorde, The Weeknd akan tampil dalam MTV VMA 2017